Monday, July 23, 2012

JatimPark 2, Malang

JatimPark 2, Malang

JatimPark 2 merupakan tempat wisata edukasi yang berada di Desa Oro oro Ombo, Kecamatan Batu, Malang. Tempat wisata ini tepat untuk mengajak keluarga, teman serta anak-anak dengan adanya Kebun Binatang Batu Scret Zoo, dilengkapi 21macam area khusus anak-anak dan lebih dari 50 wahana edukatif dan kreatif. Sedangkan di museumnya sendiri terdapat 80satwa dari dalam maupun luar negeri yang memberikan gambar tentang kehidupan satwa di habitatnya dengan menggunakan hewan awetan murni, seperti replika binatang purba. Di insektarium, JatimPark 2 berisi 5000jenis serangga yang berasal dari berbagai negara seperti Peru, Papua Nugini, Kolumbia, Malaysia, bahkan dari pulau Madagaskar di pantai timur Afrika dan tentu saja serangga yang berasal dari hutan di Indonesia. Anda juga diberi kesempatan untuk menikmati fish diorama, berupa diorama kehidupan bawah air. Di sini anda akan disuguhi kehidupan di air tawar seperti sungai, danau, rawa, sampai kehidupan air laut dengan kedalaman yang berbeda-beda.
Saat pertama kali masuk ke kawasan Jatim Park 2 ini, anda akan disambut sangkar burung raksasa yang di dalamnya terdapat ornamen seperti taman bunga dan patung burung yang sengaja disediakan sebagai objek berfoto ria. Jatimpark 2 adalah salah satu karya seni yang luar biasa, menggabungkan seni lukis dan satwa dengan konsep kontemporer yang dikelola secara internasional. Yang menggabungkan seni lukis dan satwa, insectarium terbesar se Indonesia, dan berpetualang menjelajahi dunia satwa. Konsep yang diusung adalah museum bergaya kontemporer. Jika image yang melekat pada museum selama ini selalu identik dengan pameran barang-barang kuno yang cenderung kusam dan membosankan, maka disini justru tampulan museum dibuat berbeda agar menyenangkan untuk belajar dan menambah pengetahuan satwa. Binatang yang hidup di jaman purba seperti Stegosaurus, kuda nil putih, harimau dahan, badak, hingga burung cantik Toucan yang kerap hidup berkoloni dapat dijumpai di tempat ini. Kalau perut tiba-tiba lapar, tidak perlu cemas. Sebab disini juga terdapat Jungle Fast Food, dengan design unik berkonsep rimba raya yang pastinya hanya ada di Museum Satwa dan anda juga bisa makan di atas kursi yang berputar. Jatim Park 2 ini buka mulai jam 10.00-16.00. Tiket masuknya untuk hari biasa atau weekend memang berbeda. Kalau untuk hari biasa tiketnya sekitar Rp.50.000/orang, kalau weekend biasanya Rp.65.000/orang.

Candi Penataran, Blitar

Candi Penataran, Blitar


Candi Penataran atau nama aslinya Candi Palah adalah sebuah gugusan candi bersifat keagamaan Hindu SIwaitis yang terletak di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Candi termegah dan terluas di Jawa Timur ini terletak di lereng barat daya Gunung Kelud, pada ketinggian 450 meter di atas permukaan laut. Dari prasasti yang tersimpan di bagian candi diperkirakan candi ini dibangun pada masa Raja Srengga dari Kerajaan Kadiri sekitar tahun 1200Masehi dan berlanjut digunakan sampai masa pemerintahan Wikramawardhana, Raja Kerajaan Majapahit sekitar tahun 1415. Dalam kitab Desawarnana atau Nagarakretagama yang ditulis pada tahun 1365, Candi ini disebut sebagai bangunan suci Palah yang dikunjungi Raja Hayam Wuruk dalam perjalanan kerajaan bertamasya keliling Jawa Timur. Pada masa pemerintahan Jayanegara candi Penataran mendapat perhatian kembali, kemudian dilanjutkan pada masa Tribuanatunggadewi dan Hayam Wuruk. Pemujaan terhadap Dewa Palah semakin kental diwarnai pemujaan kepada Dewa Gunung atau Syiwa. Semenjak runtuhnya kerajaan Majapahit yang kemudian disusul dengan masuknya agama Islam di Jawa, banyak bangunan suci yang berkaitan dengan agama Hindu dan Budha begitu saja ditinggalkan oleh masyarakat penganutnya. Lama kelamaan bangunan-bangunan suci yang tidak lagi dipergunakan itu dilupakan oleh orang karena masyarakat sebagian besar telah berganti kepercayaan. Akibatnya bangunan tersebut menjadi terlantar tidak ada lagi yang mengurusnya, pada akhirnya tertimbun longsoran tanah dan semak-semak belukar. Candi Penataran ditemukan kembali pada tahun 1815, tetapi sampai tahun 1850 belum banyak dikenal. Seiring berjalannya waktu, kompleks Candi Penataran yang dahulunya sempat terabaikan ini sekarang mulai mendapatkan perhatian dari pemerintah dan kemudian dipugar. Dan kini Candi tersebut menjadi tujuan wisata yang menarik.
Kompleks candi ini adalah gugusan beberapa bangunan yang membujur dalam poros barat laut tenggara. Di belakang candi utama di sisi timur terdapat sungai yang berhulu di Gunung Kelud. Kompleks candi ini disusun dalam pola linear, beberapa candi perwara dan balai pendopo terletak di depan candi utama. Tata letak ini berbeda dengan candi pada langgam Jawa Tengah. Pola susunan linear dengan pola agak tidak beraturan pada Candi Penataran ini merupakan cirri khas langgam Jawa Timur yang berkembang pada zaman Kediri hingga Majapahit. Kompleks bangunan Candi ini menempati areal tanah seluas 12.946meter persegi berjajar membujur dari barat laut ke timur ke tenggara. Seluruh halaman kompleks percandian kecuali yang bagian tenggara dibagi menjadi tiga bagian, yang dipisahkan oleh dua didnding. Susunannya sangat unik dan tidak tersusun simetris. Hal ini menggambarkan bahwa pembuatan candi tidak dalam satu periode. Selain sebagai kompleks percandian terluas, Candi Penataran juga memiliki kekhasan dalam ikonografi reliefnya. Gaya reliefnya menunjukkan bentuk yang jelas berbeda dari candi-candi di Jawa Tengah dari sebelum abad ke-11. Wujud relief manusia digambarkan mirip wayang kulit, seperti yang bisa dijumpai pada gaya pengukiran yang ditemukan.

Pantai Sendang Biru, Malang

Pantai Sendang Biru, Malang

Selain punya unggulan objek wisata Balai Kambang, Kota Malang juga mempunyai objek wisata yang tak kalah cantiknya yaitu Pantai Sendang Biru. Jernih air lautnya menjadi daya tarik pantai ini. Oleh kebanyakan orang, Pantai sendang Biru dikenal sebagai pintu masuk menuju Pulau Sempu. Nama Sendang Biru berasal dari bahasa Jawa, yaitu yang berarti sumber air yang berwarna biru. Pantai ini berada di Desa Sumber Agung, Kecamatan Sumbermanjing, Malang. Persis terletak di seberang Pulau Sempu. Selain digunakan sebagai objek wisata ataupun jembatan ke Pulau Sempu, pantai ini juga digunakan sebagai tempat pelelangan ikan di Kota Malang. Pemandangannya sangat indah, pasir putihnya dan air laut yang biru jernih menambah daya tarik di pantai ini. Belum lagi berjejeran perahu nelayan yang terparkir rapi di tepi pantai. Kapal itu pun tidak hanya digunakan sebagai para nelayan, tetapi ada juga yang disewakan bagi para wisatawan. Anda bisa menyewa kapal tersebut untuk berkeliling di sekitar pantai. Biaya yang dipatok tidak terlalu mahal, hanya Rp 100.000 untuk kapal motor dan Rp 50.000 untuk kapal yang didayung. Di tengah laut anda bisa melihat ke bawah. Di sana pemandangan bawah lautnya sangat jelas terlihat. ikan-ikan kecil yang berenang di sela-sela karang membuat pengalaman anda mengunjungi Pantai Sendang Biru tak terlupakan. Di kawasan ini juga masih ada-adat yang selalu dijalankan oleh masyarakat setempat. Mereka akan menyeberangi laut menuju Pulau Sempu untuk mengambil air tawar yang dinilai keramat. Jika anda ingin menyaksikan tradisi tersebut, datanglah ke Pantai Sendang Biru pada tanggal 7-8 bulan Syawal. Saat ini secara resmi pantai tersebut dikelola oleh perusahaan Negara milik Forestay. Maka dari itu terdapat beberapa fasilitas untuk menunjang pariwisata di tempat wisata ini, seperti tempat makan atau kios-kios penjual makanan ringan dan kios-kios penjual souvenir. Untuk mencapai pantai ini, anda bisa menggunakan kendaraan pribadi ataupun kendaraan umum.
Setelah anda puas menikmati keindahan Pantai Sendang Biru, tidak ada salahnya jika sekalian mengunjungi Pulau Sempu, dari Pantai anda hanya bisa menggunakan perahu untuk mencapai Pulau Sempu tersebut. Di sana terdapat lebih dari 223 jenis tumbuhan, 144 lebih jenis burung spesies baru, hewan mamalia dan hewan langka lainnya. Nama Pulau Sempu sendiri sebenarnya berasal dari nama sejenis tanaman obat yang saat ini amat langka, yakni pohon sempu. Anehnya meskipun bernama demikian, tak satupun ada pohon sempu yang masih berdiri di areal hutan pantai pulai ini. Malah kebanyakan pohon jenis lain yang tumbuh subur disana, semisal Bendo dan pohon-pohon raksasa lainnya. Kawasan yang berstatus cagar alam tersebut memiliki hutan yang masih terjaga dengan baik.

Peninggalan Kerajaan Majapahit, Trowulan

Peninggalan Kerajaan Majapahit, Trowulan

Trowulan adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Di Kecamatan ini terdapat puluhan situs seluas hampir 100kilometer persegi berupa bangunan temuan arca, gerabah dan candi-candi peninggalan Kerajaan Majapahit. Penggalian di sekitar trowulan menunjukkan sebagian dari pemukiman kuno yang masih terkubur lumpur sungai dan endapan vulkanik, seperti
  • Candi Tikus, kolam pemandian ritual yang paling menarik di Trowulan. Bangunan ini berbentuk teras-teras persegi yang dimahkotai menara-menara yang ditata dalam susun konsentris.
  • Gapura Bajangratu, tidak jauh dari Candi tikus Gapura Bajang Ratu ini adalah sebuah gapura paduraksa anggun dari bahan bata merah yang pikerkirakan dibangun pada pertengahan abad ke 14M. Bentuk bangunan ini ramping menjulang setinggi 16,5 meter yang bagian atapnya menampilkan ukiran hiasan yang rumit.
  • Gapura Wringin Lawang, terletak di jalan utama Jatipasar. Wringin Lawang yang berarti Pintu Beringin. Gaya arsitektur seperti ini mungkin muncul pada era Majapahit dan kini banyak ditemukan dalam arsitektur Bali. Dugaan mengenai fungsi asli bangunan ini mengundang banyak spekulasi, salah satu yang paling popolar adalah gerbang ini diduga menjadi pintu masuk ke kediaman Mahapatih Gajah Mada.
  • Candi Brahu, terletak di Desa Bejijong. Candi ini merupakan satu-satunya bangunan suci tersisa yang masih cukup utuh dari kelompok bangunan-bangunan suci yang pernah berdiri di kawasan ini. Menurut kepercayaan masyarakat setempat di candi inilah tempat diselenggarakan upacara kremasi(pembakaran jenazah)empat raja pertama Majapahit.
 Kolam Segaran, adalah kolam besar berbentuk persegi panjang dengan ukuran 800×500 meter persegi. Nama segaran berasal dari bahasa Jawa yang berarti laut. Fungsi asli kolam ini belum diketahui, akan tetapi penelitian menunjukkan bahwa kolam ini memiliki beberapa fungsi, antara lain sebagai penampungan untuk memenuhi kebutuhan air bersih penduduk yang padat.
  • Patung Budha Raksasa,terletak di Maha Vihara Majapahit, desa bejijong. Vihara ini memang difungsikan sebagai tempat ibadah umat Budha, tapi meskipun demikian tidak ada larangan untuk pengunjung yang beragama lain. Banyak yang lainnya juga peninggalan sejarah dari Kerajaan Majapahit, hingga ratusan bahkan yang belum diketahui atau ditemukan. Tidak ada salahnya jika anda ingin berlibur di Kecamatan ini, karena tempat wisatanya pun sangat menarik. Lokasinya pun strategis, bisa ditempuh menggunakan transportasi apapun, baik umum maupun pribadi. Banyak pula restaurant dan penginapan yang bisa anda temui di sekitar wisata ini

Pantai Pasir Putih, Situbondo

Pantai Pasir Putih, Situbondo

Salah satu keindahan yang menggambarkan Kota Situbondo adalah Pantai Pasir Putih Situbondo. Dalam penjelajahan bumi Jawa Timur terlintas kota yang kono pada zaman dahulu merupakan danau yang besar. Kota yang satu ini juga menjadi saksi bisu dalam hancurnya Kerajaan Majapahit. Kota situbondo yang berada di daerah pesisir utara pulau Jawa ini juga memiliki daya tarik alam yang indah. Pantai Pasir Putih Situbondo, sesuai dengan namanya maka pantai ini sangatlah dikenal sebagai salah satu andalan wisata Kabupaten tersebut. Pasirnya yang putih dan keunikan topografinya yang melengkung menghadap ke laut dengan latar belakang hutan membentuk gugusan panorama yang sangat indah dan dengan banyak layar warna-warni kapal-kapal nelayan yang terkembang menambah elok pemandangan ini. Bila mengarahkan pandangan ke utara maka akan terlihat bentangan luas laut Utara Jawa dengan garis putih di pinggir pantai.
Dari pantai ini anda dapat menyaksikan keindahan panorama dan juga menikmati eloknya matahari terbenam. Pada bulan oktober biasanya para nelayan mengadakan upacara Petik Laut, yaitu melarung makanan, jajanan, dan kepala lembu ke tengah laut sebagai upaya memohon berkah hasil laut dari Sang Pencipta. Pada upacara ini tidak jarang diadakan Gandrung yaitu pementasan musik tradisional. Berbagai macam olahraga laut, seperti berenang, menyelam, maupun berselancar dapat dilakukan di pantai ini. Pengunjung dapat menaiki perahu untuk berlayar dan menikmati pemandangan bawah laut. Beragam hiburan seperti konser music dan bermacam lomba sering diadakan untuk memuaskan para wisatawan. Sekitar lokasi pantai ini terdapat banyak penyewaan ban pelampung untuk bermain-main di laut. Wisatawan juga dapat menyewa perahu yang dilengkapi kaca pada bagian bawahnya untuk menyaksikan pemandangan bawah laut. Pengelola wisata juga menyediakan fasilitas kamar mandi, area khusus untuk perkemahan, kios-kios makanan, atau penjual souvenir seperti replica perahu serta hiasan dari kerang atau hewan laut-laut lainnya.

Jalur menuju Pantai Pasir Putih terbilang mudah karena lokasinya di pinggir jalan utama Surabaya-Banyuwangi. Bisa ditempuh menggunakan kendaraan pribadi ataupun kendaraan umum, seperti mini bus atau transportasi umum lainnya yang bisa melewati lokasi tersebut.Bila ingin menginap, anda tidak perlu khawatir karena lokasi ini banyak terdapat beberapa penginapan ataupun hotel-hotel seperti :
  • Mirah Hotel
  • Ketapang Indah

Gili Ketapang, Probolinggo

Gili Ketapang, Probolinggo

Gili Ketapang adalah sebuah pulau lepas di pantai utara Kota Probolinggo. Berpasir putih dan lautnya yang yang jernih sehingga bisa melihat sampai ke dasar laut. Berjarak kurang lebih 5 mil dari pelabuhan ujung Tanjung Tembaga dan dapat ditempuh sekitar 30menit menggunakan perahu motor. Dengan luas pulau sekitar 68hektar, jumlah penduduknya kurang lebih 1600jiwa saat ini. Kebanyakan merupakan suku Madura, mata pencaharian mereka 90% lebih sebagai nelayan. Asal usul nama Gili Kertapang cukup unik. Konon dulunya pulau ini tidak berada di tengah laut namun jadi satu dengan Desa Ketapang. Saat Gunung Semeru meletus, terjadi gempa dan sebagian daratannya terlepas sejauh 5mill ke tengah laut. Sejak itu pulau ini dinamakan Gili Ketapang, dimana Gili yang diambil dari bahasa Madura yang berarti mengalir, sedangkan Ketapang merupakan nama asal desanya.
Aktifitas pagi hari merupakan hal yang cukup asik untuk diikuti. Dimana para nelayan secara bergotong-royong menarik perahu layar mereka dari daratan ke tengah laut satu persatu. Jajaran perahu nelayan yang tengah beristirahat menunggu waktu melaut di malam hari menandakan 8000 jiwa penghuni pulau ini adalah keluarga nelayan. Bau khas ikan dijemur dan deru mesin perahu nelayan yang kadang berubah fungsi menjadi kapal penumpang mempertegas suasana perkampungan nelayan pulau tersebut. Jika cuaca cerah dan angin tampak bersahabat, jasa angkutan kapal nelayan selalu bersedia mengantar anda di logat osing. Anda juga akan menemukan keindahan pemandangan dasar laut yang tersaji begitu jelas di dasar perairan.

Di samping itu, yang menarik dari pulau ini adalah keberadaan Gua Kucing yang dikeramatkan menjadi salah satu alas an bagi penumpang untuk datang. Menurut cerita yang berkembang tempat ini pernah disinggahi Syech Ishap, penyebar agama Islam dan tinggal disini bersama ribuan kucing dalam perjalanannya dari Gresik menuju Banyuwangi. Selain Gua Kucing sendiri tentu ada banyak hiburan yang bisa anda lakukan disini, seperti dapat menyalurkan hobi memancing di sekitar perairan pulau. Atau bisa membeli hasil tangkapan ikan laut yang dijual olek penduduk setempat. Di sekitar Gili Ketapang sendiri banyak fasilitas yang di berikan, seperti banyak penjual makanan, dari makanan pokok atau makanan ringan, kamar mandi, tempat parker, penginapan juga, mulai dari penginapan yang disediakan penduduk setempat ataupun hotel-hotel dari yang biasa sampai berbintang, seperti :
  • Istana Hotel
  • Bintang Mulia Hotel & Resto
  • Lava View Lodge
  • Cemara Indah Hotel & Restaurant

Kawah Ijen, Bondowoso

Kawah Ijen, Bondowoso

Gunung Ijen adalah salah satu gunung yang masih aktiv sampai sekarang yang terdiri dari kawah gunung Ijen dan dataran tingginya. Memiliki ketinggian 2.443m dari atas permukaan laut dan telah empat kali meletus. Kawasan ini terletak di tiga kabupaten, yaitu Situbondo, Bondowoso, dan Banyuwangi. Di kawasan gunung berapi ini terdapat pertambangan belerang, dimana mengindikasikan gunung ini masih aktiv dan beraktifitas. Saat berada di kawasan kawah Ijen ini pengunjung bisa menyaksikan para penambang yang sibuk membawa tumpukan belerang di punggung mereka, menyusuri jalan yang curam.
Kawah ini merupakan pusat danau kawah terbesar di dunia yang memproduksi 36juta meter kubik belerang hydrogen klorida dengan luas sekitar 5.466hektar. Kawah ini memiliki keindahan yang luar biasa dengan danau belerang berwarna hijau toska dengan sentuhan dramatis dan elok. Danau ijen memiliki derajat keasaman nol dan memiliki kedalaman 200meter. Keasamannya yang sangat kuat dapat melarutkan pakaian dan jari manusia.
Kawah ini jika dilihat dari puncak Gunung Ijen sangat mengagumkan. Suasana menyenangkan untuk dirasakan baik pemandangan alamnya maupun suasana alam membuat para pecinta alam menjadi tertarik untuk menjelajahi Gunung Ijen ini.
Di samping sebagai tempat rekreasi yang terindah di kawasan Banyuwangi, kawasan ini juga sering dijadikan tempat berkemah yang cocok untuk anak-anak muda, pelajar ataupun mahasiswa.Berbagai tanaman yang hanya ada di dataran tinggi juga dapat anda temukan, seperti bunga Edelweis dan Cemara Gunung. Saat pagi hari, ketika matahari mulai menyinari kawasan ini, pemandangan yang indah dapat anda nikmati rsinar yang muncul dari balik pepohonan atau pun ketika sunset pula.
Bagi mereka yang suka petualangan, untuk mencapai Gunung Ijen ini bisa diakses dari dua arah yaitu dari utara dan selatan. Dari utara bisa ditempuh melalui Situbondo, kalau dari selatan bisa melalui Kota Banyuwangi. Jika melewati Banyuwangi, rute ini lebih sulit dilalui karena kondisi jalan yang tidak terlalu baik. Biasanya digunakan oleh para pendaki untuk rute pendakian Gunung Ijen. Rute ini bisa ditempuh dari Banyuwangi menuju Kecamatan Licin, dari Licin menuju Jambu lalu ke Patulding. Dari patulding sendiri anda tinggal berjalan kaki melewati jalan setapak dan tebing kaldera sejauh 2km. Total jarak tempuh melewati rute ini adalah 38km.Jika melewati Bondowoso, rute ini lebih mudah karena kondisi jalannya yang masih bagus dan relatif baik. Dapat ditempuh dari Bondowoso menuju Wonosari ke Patulding, dan tinggal berjalan kaki menuju Kawah Ijen sendiri. Jarak tempuh rutenya kurang lebih 70km. Tidak ada salahnya jika anda ingin berlibur atau berpetualang ke kawasan ini, anda menginap beberapa di hotel yang ada di sekitar kotanya, seperti :
  • Mirah Hotel
  • Ketapang Indah
  • Istana Hotel

Green Canyon, Jawa Barat

Green Canyon, Jawa Barat

Green Canyon merupakan salah satu obyek pariwisata yang selalu menyajikan keindahan alam. Green Canyon sendiri memiliki nama asli yaitu Cukang Taneuh. Sebutan ini dipopularkan oleh salah seorang wisatawan warga Perancis pada tahun 1993. Lokasi tempat wisata ini berada di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Ciamis. Jaraknya sekitar 130km dari Pangandaran, Jawa Barat. Cukang Taneuh yang berarti jembatan tanah, yang mewakili jembatan terbuat dari tanah dan membentang di atas lembah jurang Green Canyon yang biasa dilalui oleh petani menuju ke kebun mereka.
Green Canyon yang merupakan aliran sungai Cijulang dengan menembus goa dan pemandangannya sangat mempesona. Aliran sungai yang diapit oleh tebing bebatuan dan tumbuhan pepohonan yang rindang. Suasana alami hutan dan udaranya yang segar, serta air sungai yang terlihat jernih mengalir dari setiap akar tanaman dan batuan yang ada. Untuk menempuh Green Canyon sendiri bisa dicapai dengan menggunakan perahu. Pada bagian atas sungai terdapat staglanit-staglanit yang indah dan mengeluarkan tetesan air yang bersumber dari mata air resapan air tanah.
Sebenarnya yang disebut Green Canyon sendiri adalah sungai yang sekelilingnya berbentuk seperti goa dengan tebing  tinggi yang menjulang di atasnya. Hampir mirip dengan jembatan di atas sungai, hanya saja itu alami. Perahu tidak dapat masuk ke goa tersebut, sebab ada beberapa batu besar yang menghadang . Objek wisata ini memang sangat cocok menjadi pilihan utama buat anda yang menggemari olahraga air, seperti trekking, camping, camping dan sebagainya. Abda bisa bertamasya kesini dengan teman-teman, rekan kantor, keluarga bahkan pasangan anda. Dijamin keamanan disini sangat diutamakan jadi anda tidak perlu khawatir atau takut.  Untuk mengunjungi obyek wisata ini disarankan memilih waktu yang tepat yaitu tidak pada saat musim hujan. Hal ini agar anda bisa menikmati pemandangan yang indah dan tidak tertutup kabut sehingga tidak membatasi penglihatan jarak pandang anda. Apalagi air sungainya sangat deras serta warna airnya yang akan berubah menjadi kecoklatan.  Objek wisata ini memang masih alami. Namun dengan sedikit polesan dan penambahan fasilitas umum seperti restoran, sarana ibadah, kamar mandi, transportasi yang nyaman serta penginapan dan beberapa hotel, seperti :
  • The Green Forest Resort
  • Malaka Hotel
  • Alam Permai Hotel
  • Guci Hotel

Goa Gong, Pacitan

Goa Gong, Pacitan

Goa Gong terletak di Desa Bomo, Kecamatan Punung, Donorejo Kota Pacitan, kota  ujung selatan Jawa Timur. Goa yang berbentuk horizontal dengan panjang sekitar 256meter, di dalamnya terdapat staloaklit(batuan kapur berbentuk kerucut di langit-langit) dan stalagmit(batuan kapur yang berdiri tegak di dasar) ini diperkirakan berusia ratusan tahun. Beberapa peneliti dan wisatawan mancanegara menilai goa ini termasuk goa yang paling indah di Asia Tenggara.
Nama Goa Gong sendiri diambil dari cerita yang beredar di masyarakat karena di dalam goa ini sering terdengar bunyi-bunyian yang menyerupai suara gong. Jika anda memukul atau mengetuk salah satu stalaktit dan stalakmit, maka akan berbunyi seperti dengungan gong yang memenuhi ruang di dalam goa. Goa Gong memiliki banyak sekali bentuk stalaktit dan stalakmit. Bisa dibilang, goa dengan bentuk terlengkap yang ada di Jawa. Salah satu keindahannya adalah menyerupai girden dengan bintik-bintik seperti mutiara di dalamnya.
Ketika menuju ke objek wisata ini, sepanjang perjalanan anda akan disuguhi pegunungan kapur di kanan kiri. Selain pegunungan kapur, pohon jati di pinggiran bukit juga menjadi pemandangan menyejukkan mata. Sebelum masuk ke dalam goa, sejumlah pedagang mulai dari pedagang souvenir, akik hingga makanan khas daerah Pacitan berjajar di jalan menuju goa. Saat memasuki goa, kondisi goa yang gelap dengan sedikit penerangan akan menghipnotis pengunjung dengan indahnya pemandangan stalaktit dan stalakmit disertai pijar lampu neon yang berwarna-warni. Misalkan saja yang menarik adalah batuan yang menyerupai patung Budha yang tidak jauh dari pintu masuk.

Goa Gong memiliki beberapa ruangan. Ruang pertama adalah ruang Sendang Bidadari yang terdapat sendang kecil dengan air dingin dan bersih di dalamnya. Di sebelahnya adalah ruang Bidadari. Ruang ketiga dan keempat adalah ruang Kristal dan marmer, di dalamnya tersimpan batu Kristal dan marmer dengan kualitas yang mendekati sempurna. Ruangan kelima berupa ruangan yang amat luas. Ruang keenam adalah ruang pertapaan. Dan ruang terakhir adalah ruang Batu Gong, dimana di ruangan ini terdapat batu-batu yang apabila kita tabuh akan mengeluarkan bunyi seperti gong. Di bagian goa terdapat beberapa genangan air yang disebut sendang. Ada sendang yang terisi air dan adapula yang terlihat kering. Di antara sendang tersebut dibatasi oleh dinding batuan yang besar dan pengunjung berjalan melewati di antara celah batuan yang ada. Perjalanan sampai ujung goa kemudian diarahkan menuju mulut goa untuk keluar. Perjalanan wisata ini sangat menyenangkan apabila saat berkunjung kesini anda bersama orang-orang terkasih seperti keluarga, rekan, teman bahkan pasangan anda. Anda pun dapat berlibur beberapa hari di Kota Pacitan karena selain banyak tempat wisata, banyak pula hotel-hotel yang disediakan seperti :
  •  Hotel Istana
  • Mirah Hotel
  • Ketapang Indah

Pulau Tidung, Jakarta

Pulau Tidung, Jakarta

Pulau Tidung merupakan salah satu kelurahan di Kecamatan kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta. Pulau ini terbagi menjadi dua yaitu Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil. Wilayah ini penggunaannya berkembang kearah bahari seperti penelitian terhadap terumbu karang. Pulau Tidung ini dihubungkan oleh jembatan yang lumayan panjang dengan sebutan Jembatan Cina, terletak di Kepulauan Seribu Selatan bagian barat, dengan jarak tempuh kurang lebih 3 jam perjalanan dari Muara Angke dengan kapal penumpang. Di awal jembatan penghubung ini, anda akan menjumpai jembatan lagi yang cukup tinggi untuk melalui suatu cekungan laut yang agak dalam, dimana banyak anak kecil penduduk setempat yang memperagakan dengan indah suatu loncatan dari jembatan sebagai sarana bermain mereka. Sangat cukup menghibur wisatawan dan juga dapat mengundang keinginan anda untuk bisa bergabung dengan mereka untuk melakukan loncat indah di pantai biru tanpa ombak tersebut. Jembatan Cina adalah tempat yang tepat untuk menyaksikan terbitnya atau tenggelamnya matahari. Di penghujung jalan jembatan penghubung, menapaki pantai Pulau Tidung Kecil yang merupakan kawasan pengembangbiakan mangrove, masih indah untuk ditelusuri dengan bersepeda, atau pun jalan melalui jalan setapak yang dipenuhi dengan ilalang dan pantai yang pasirnya putih lembut, sangat indah pemandangannya.
Banyak aktivitas yang bisa anda lakukan di tempat ini, seperti
  • Jalan-jalan, anda bisa hanya berjalan-jalan saja di atas Jembatan cina menuju Pulau Tidung Kecil sambil melihat pemandangan yang berada di bawah air laut.
  • Bersepeda, hanya dengan biaya yang terjangkau, anda sudah dapat bersepeda mengelilingi pulau Tidung Besar. Suasana di Pulau Tidung Besar ini berbeda dengan suasana perkotaan Jakarta. Disini suasananya masih asri, masih banyak ditumbuhi pepohonan yang rinang di sekitar jalan.
  • Snorkling, anda tidak perlu khawatir jika ingin bermain snorkeling di sini, karena airnya sangat jernih dapat membuat anda melihat aneka makhluk hidup yang ada di bawah air beserta terumbu karang yang ada. Untuk menikmati pemandangan yang ada, anda juga dapat menyewa perahu agar dapat sampai di beberapa spot bawah laut yang indah.
  • Banana Boat dan Kano, anda bisa menikmati permainan air yang satu ini, karena pantainya yang dangkal dan airnya yang cukup jernih.Waktu terbaik untuk berkunjung Ke Pulau Tidung, adalah saat Bulan April hingga Oktober. Pada waktu tersebut adalah waktu dimana cuacanya mendukung atau cuacanya sangat cerah.
Akses untuk sampai ke Pulau Tidung ini cukup mudah. Akses yang mudah adalah lewat jalur daratan Jakarta, yaitu Muara Angke. Anda bisa menemukan kapal-kapal kayu bermotor dan berlantai dua yang biasa menjadi sarana pengunjung untuk menyeberang ke Pulau Tidung sendiri. Butuh waktu sekitar 2 jam an untuk mencapai pulai ini. Di Pulau Tidung sendiri banyak terdapat fasilitas, seperti  tempat makan, ataupun tempat menginap milik penduduk setempat. Jika ingin yang lebih mewah lagi, anda bisa reservasi ke hotel-hotel yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Pulau Tidung sendiri

Danau Sentani, Papua

Danau Sentani, Papua

Danau Sentani adalah danau yang teletak di Papua yang berada di bawah lereng Pegunungan Cagar Alam Cycloops yang memiliki luas sekitar 245.000 hektar. Danau ini terbentang antara Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura. Danau ini memiliki luas sekitar 9.630 hektar dan berada pada ketinggian 75mdpl, dan Danau Sentani merupakan danau terbesar di Papua. Di sini terdapat 21 buah pulau kecil menghiasi danau yang indah ini. Arti kata Sentani sendiri berarti disini kami tinggal dengan damai. Danau ini sudah dikelola menjadi objek wisata karena berjarak 50 kilometer dari Jayapura dan mudah dijangkau sebagai pelengkap di danau ini, sudah banyak terdapat perahu wisata untuk berkeliling di danau Sentani.
Banyak juga diadakan Festival Danau Sentani untuk menarik wisatawan. Festival Danau Sentani ini biasanya diadakan pada pertengahan bulan juni tiap tahunnya. Festival ini diisi dengan tarian-tarian adat di atas perahu, tarian perang khas Papua, upacara adat seperti penobatan Ondoafi dan sajian berbagai kuliner khas Papua. Di danau ini terdapat 30 spesies ikan air tawar dan empat diantaranya merupakan endemic danau sentani yaitu ikan gabus, ikan pelangi sentani, ikan pelangi merah, hiu gergaji. Danau Sentani juga dijadikan lokasi wisata untuk berenang biota laut dan sudah dimanfaatkan untuk budidaya ikan air tawar. Selain itu Danau Sentani juga dijadikan lokasi wisata untuk berenang, bersampan, menyelam, memancing, sky air serta wisata kuliner. Di antara ketiga ikan endemic danau Sentani yang populasinya semakin menyusut adalah ikan gabus yang dikarenakan telur ikan ini dimakan ikan gabus dari jenis lain. Naik perahu keliling danau adalah salah satu kegiatan yang paling digemari. Anda bisa menyewa perahu motor disana. Berkeliling ke pulau-pulau kecil, mengunjungi penduduk lokal di rumah panggung masing-masing. Para penduduk Danau Sentani ini sendiri terkenal kreatif, konon hasil kerajinan tangan mereka adalah yang terbaik di Papua.

Anda pun tidak perlu khawatir jika ingin berlibur beberapa hari disini, karena banyak fasilitas yang ada seperti penjual makanan, ataupun tempat penginapan.

Pantai Goa Cina, Malang

Pantai Goa Cina, Malang


Kota Malang banyak menawarkan keindahan pantai di sepanjang daerah ujung selatan, salah satu nya seperti Pantai Goa Cina yang masih belum banyak dikunjungi wisatawan. Pantai ini terletak di Desa Bantengan, Kecamatan Sumber Manjing, Malang. Asal mula nama pantai ini diceritakan oleh penduduk sekitar bahwa dahulu kala ada seorang biksu yang sedang bertapa di dalam goa, yang terletak di bukit pinggir laut. Ketika ada orang yang masuk ke dalam goa tersebut, ia menemukan sang biksu sudah meninggal dan tinggal tulang belulang. Biksu tersebut meninggalkan tulisan mandarin di langit-langit goa dan sebuah mangkuk. Konon, goa ini sering dikunjungi oleh masyarakat guna meminta berkah atau mencari peruntungan dengan datang membawa batang pohon papaya. Tapi itu semua terserah keyakinan anda, boleh percaya boleh tidak.

Terlepas dari mitos yang berkembang di tengah masyarakat sekitar pantai, pantai tersebut menawarkan keindahan tersendiri dari pantai lainnya yang ada di Malang. Selain kebersihan pantainya yang masih terjaga, di pantai tersebut juga menyediakan camp ground untuk yang suka camping. Terdapat beberapa deretan tebing di dekat pantainya.Air lautnya yang biru, deburan ombak dan angin pantai yang sepoi-sepoi menambah keindahan suasana pantai. Di sana juga terdapat beberapa batu karang besar di sebelah kanan dengan ombak yang lebih besar, di salah satu tebingnya terdapat sebuah goa. Untuk memasuki goa tersebut anda harus menaiki batu-batu karang dengan jalan yang sempit. Pantai ini mulai ramai dikunjungi wisatawan, apalagi saat hari libur. Beberapa fasilitas seperti warung makan, musholla, kamar mandi, hingga tempat parker pun sudah tersedia.
Untuk menuju pantai ini, bisa menghabiskan sekitar 2 jam dari Kota Malang. Bila hendak kesana, dari Kota Malang anda harus menuju Desa Turen. Kemudian anda harus mengambil arah Desa Sumber Manjing Wetan. Hampir sepertiga perjalanan, anda akan disuguhi pemandangan gunung kapur yang indah di sepanjang tanjakan Desa Druju. Setelah itu anda harus memilih jalur melalui Desa Sendang Biru, ini jalur yang relative aman dengan jalan yang beraspal mulus. Kemudian anda akan samapi di Desa Bajul Mati, dan akhirnya setelah melalui pertigaan, sampailah anda di Pantai Goa Cina.
 
Di Kota Malang sendiri mempunyai banyak tempat wisata yang sayang anda lewatkan, setelah berwisata di Pantai Goa Cina ini, anda bisa melanjutkan perjalanan anda dengan menjelajahi tempat-tempat wisatanya. Anda pun tidak perlu khawatir ingin bermalam di Kota ini, karena di Malang sendiri memiliki banyak tempat penginapan, ataupun hotel-hotel berbintang, seperti :

  • Ubud Hotel & Villa
  • Kartika Graha Hotel
  • Graha Cakra
  • The Graha Cakra Malang
  • Tugu Malang Hotel

Tempat Wisata Kawah Putih, Bandung

Kawah Putih, Bandung



Di Kota Bandung, tepatnya di Bandung Selatan ada beberapa obyek wisata yang cukup menarik untuk dikunjungi. Kawah Putih salah satunya atau yang biasa masyarakat sebut dengan Situ Patenggang. Obyek wisata ini berada di daerah Ciwidey. Pemandangannya sangat indah, dan udaranya yang dingin. Di atas gunung terdapat hamparan pasir yang berwarna putih dan di tengahnya terdapat danau yang berwarna hijau sehingga menjadi suatu pemandangan yang cukup kontras. Konon tempat yang indah ini dulunya ditemukan oleh seorang Belanda yang bernama Dr.Franz WJ. Beliau tidak percaya dengan cerita penduduk sekitar yang mengatakan bahwa di daerah gunung tersebut sangat angker. Sehingga tidak ada satupun hewan yang lewat, bahkan burung yang melintasinya saja bisa mati.
Kawah Putih merupakan sebuah kawah di ketinggian 2.225meter di atas permukaan laut. Dengan keberadaannya tersebut, tentu udara di sekitarnya sangat sejuk dan angin yang berhembusnya pun cukup kencang. Dulunya kawah ini merupakan bekas letusan dari Gunung Patuha atau yang dianggap gunung tertua di Bandung.
Selain kawahnya yang cantik, di sini anda akan juga menjumpai hal yang menarik. Ada seorang bapak-bapak yang bermain kecapi denga merdunya di bawah pepohonan yang rindang. Yang dimainkan pun lagu-lagu sunda. Di sini pun juga terdapat sebuah gua, meskipun termasuk gua kecil, tetapi pengunjung belum diperbolehkan untuk memasukinya. Anda bisa sedikit menaiki gunung-gunung di sekitarnya. Di gunung ini anda akan juga menemukan pohon-pohon kering dan banyak ranting-ranting yang berjatuhan dengan batu-batu kecil. Anda juga bisa melihat kawah dari atas. Kawah disinipun cukup luas. Warna airnyapun bisa berubah-ubah tergantung cahaya matahari.
Asap yang keluar dari air belerang terkadang timbul sehingga menghalangi pandangan anda. Airnya juga menimbulkan bau belerang. Maka dari itu ada beberapa titik pada kawah ini yang dipasangi peringatan agar tidak terlalu dekat untuk menghindari keracunan asap belerang. Kawah ini pun juga akan memberikan anda pengalaman yang berbeda. Anda akan seolah-olah berada di salju karena view nya yang putih. Anda juga dapat merasakan seperti berada di pantai karena airnya yang berwarna hijau kebiruan, dan pohon-pohon yang sebagian besar hanya tinggal batangnya dan sudah kering turut serta menciptakan suasana yang berbeda. Di sini banyak terdapat batu-batu besar yang indah sehingga obyek wisata ini kerap digunakan sebagai tempat favorit bagi para calon pengantin untuk melakukan foto prawedding.
Tidak ada salahnya  jika anda berlibur ke Kota Bandung dengan mampir atau berkunjung ke kawasan ini, Sekitar lokasi inipun banyak terdapat beebrapa penginapan, losmen bahkan hotel. Hotel-hotelnya pun bisa anda jumpai di pusat ota Bandung atau malah sudah masuk ke lokasi-lokasi yang dekat dengan perkampungan penduduk, seperti :
  • Anggrek Gandansari Hotel
  • Malaka Hotel
  • Naval Hotel
  • Putri Gunung
  • Geulis Hotel

Watu Ulo Jember

Watu Ulo, Jember


Watu Ulo adalah sebuah pantai yang indah yang terletak di Kota kecil bernama Ambulo, Desa Sumberejo, sebelah selatan Kota Jember. Pantai ini merupakan tempat tujuan wisata favorit bagi masyarakat Jember ataupun sekitarnya. Watu Ulo sendiri dalam bahasa jawa berarti Batu dan Ular. Konon pantai ini mempunyai certita atau asal-usul terdahulunya mengenai keberadaan batu dan ular, namun itu hanya sekedar mitos yang berkembang di masyarakat, anda boleh mempercayainya ataupun tidak.

Terlepas dari itu semua, kawasan ini dijadikan sebagai obyek wisata yang banyak digemari kaum muda, berkeluarga atau juga dari wisatawan mancanegara. Mungkin karena sudah banyaknya masyarakat dan wisatawan yang tau lokasi ini, sehingga dalam acara tertentu baik hari besar ataupun tahun baru, pantai ini selalu padat dikunjungi wisatawan. Pada musim air pasang, ombak pantai nya cenderung besar sehingga dari pihak pengelola melarang pengunjung untuk mandi di pantai ini.
Disebut dengan Watu Ulo sendiri karena mengacu pada rangkaian batu karang dari pesisir pantai ke laut yang posisinya memanjang. Panorama alam keindahan pantai nya pun sangat cantik. Acara tradisi yang dilakukan disini adalah pada setiap 1 Syawal sampai dengan 10 Syawal yang merupakan acara tradisi dalam rangka memberikan hiburan bagi masyarakat Jember pada umumnya. Ada lagi acara lainnya yaitu Larung Sesaji Pantai Watu Ulo, yang diselelnggarakan pada tanggal 7 Syawal atau pada saat hari raya ketupat, ditujukan sebagai maksud untuk melampiaskan rasa syukur bagi penduduk Sumberrejo sendiri.
Pada zaman kependudukan Jepang, pegunungan di sekitar pantai ini dijadikan benteng pertahanan dan pengintaian bala serdadi sekutu yang mau menyusup ke daratan melalui pantai. Benteng Jepang yang berjumlah lima buah demikian disebut dengan Goa Jepang dan sekarang dijadikan obyek wisata juga yang banyak dikunjungi di sekitar Pantai Watu Ulo. Di samping Goa Jepang sendiri, sebelahnya Pantai watu Ulo juga terdapat Goa Lowo yang dihuni ratusan ribu kelelawar. Goa ini bisa dimasuki oleh wisatawan dengan menyusuri dan melewati pantai berpasir karena tempatnya yang sunyi dari keramaian, apalagi mengingat goa ini mempunyai kedalaman 100meter.
Obyek wisata Watu Ulo dapat ditempuh dengan menggunakan segala jenis transportasi, kendaraan pribadi roda dua dan roda empat pun juga bisa, karena jalan menuju kolasi ini sudah beraspal semua.
Banyak fasilitas yang disediakan disini, seperti areal berkemah, taman bermain, kios souvenir, kamar mandi, musholla, tempat parker, warung makan, dan juga tempat penginapan mulai dari penginapan yang disediakan penduduk sekitar ataupun hotel-hotel seperti :
  • Istana Hotel
  • Bintang Mulia Hotel & Resto

bagus ref

BAGUS.CO